Senin, 14 Mei 2012

HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN


Bab 1

 

Bab 1

 

Hakikat Media

Dalam Pembelajaran


A.    PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, kterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajar dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasiliator, yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning process). Sebab sesuatu berhasil belajar kalau memenuhi ciri berikut :

1.      Belajar sifatnya didasari
Dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar, timbul dari dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki pengetahuan.

2.      Hasil belajar diperoleh dengan adanya proses
Dalam hal ini pengetahuan diperoleh tidak dengan secara spontanitas, instan, namun bertahap

3.      Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi.
Dalam hal ini terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru.
 


                                                                                                            

Bagan di atas menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran itu terddapat pesan-pesan yang harus dikomunkasikan. Pesan-pesan tersebut biasanya berupa isi dari topic pembelajaran. Pesan-pesan tersebut disampaikan oleh guru kepada siswa melalui suatu media dengan menggunakan proseur pembelajaran tertentu yang disebut metode.
B.     KEDUDUKAN MEDIA DALAM MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN

Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen atau bagian yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pembelajran dikatakan sebagai system karena di dalamnya mengandung komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan. Komponen-komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.


C.    PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Dan media adalah sebagai berikut :
F Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (schram, 1982).

F National Eduction Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk eknologi perangkat kerasnya.

F Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.
Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada.
Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.
Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar.
Menurut McLuhan (dalam Sihkabuden, 1985:2) media merupakan suatu sarana atau channel sebagai perantara antara pemberi pesan kepada penerima pesan.
Blacks dan Horalsen (dalam Sihkabuden, 1999:1) juga mempunyai pendapat tentang media. Menurut mereka, media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunitor ke komunikan.
Dengan berpedoman pada pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu alat atau sarana atau perangkat. Dalam hal ini bisa berupa SOFTWARE ATAU HARDWARE. Perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung. Definisi pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan pebelajar. mssembelajarkan berarti usaha untuk membuat seseorang belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar dengan guru, pembelajar atau pengajar. Proses ini merupakan bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini adalah antara pebelajar dan pembelajar). Dari kedua definisi tersebut maka dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pebelajar yang menjurus kearah terjadinya proses belajar.
D.    MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain
Proses pembelajaran merupakan penyampaian informasi dari sumber informasi melalui media tertentu kepada penerima informasi. Tidak dipungkiri bahwa dalam proses pembelajaran ditemukan berbagai kegagalan. Salah satu faktor kegagalan dalam pembelajaran adalah adanya berbagai jenis hambatan dalam proses komunikasi antara peserta didik dan pendidik.
Berbagai hambatan ini terdapat dua hambatan yaitu :
1.      Hambatan Fisiologis
Yaitu berkaitan dengan keadaan fisik dari peserta didik.
2.      Hambatan Psikologis
Yaitu berkaitan dengan mental, daya pikir, dan juga karakteristik peserta didik dalam belajar. Kultural berkaitan dengan norma yang berlaku di daerah lembaga pendidikan tersebut.

Dalam proses pembelajaran pendidik yang sedang mengajar berfungsi sebagai sumber pesan, sedangkan peserta didik menjadi penerima pesan. Dalam hal ini materi pelajaran merupakan pesan yang disampaikan. Dalam proses penyampaian pesan, pendidik harus berupaya agar pesan yang akan disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik. Materi pelajaran serta kompetensi-kompetensi yang terdapat dalam kurikulum diubah sedemikian rupa sehingga mudah diserap oleh peserta didik secara baik. Dalam upaya untuk merubah dan membuat materi pelajaran tersebut dapat dimengerti oleh peserta didik, pendidik memerlukan sebuah media bantu yang dalam dunia pendidikan disebut media pembelajaran. Dalam pembelajaran,media berfungsi sebagai sebuah perantara yang dapat digunakan untuk membantu pendidik dalam menjelaskan serta menyampaikan pesan (dalam hal ini materi pelajaran), bila media yang digunakan sebagai alat bantu tersebut dirancang dan digunakan dengan baik. Semakin baik media tersebut dirancang serta digunakan, semakin baik pula media tersebut dalam menjalankan fungsinya sebagai penyalur pesan.

Scara umum media mempunyai kegunaan :

1.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.      Mengetasi kebatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.      Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumer belajar.
4.      Memungkinkan anak belajar mandiri.
5.      Memberikan rangsangan yang sama.
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985 ;
1.      Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2.      Pembelajarn dapat lebih menarik.
3.      Pembelajaran lebih jadi interaktif dengan menerapkan teori belajar
4.      Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5.      Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6.      Peran guru berubah kea rah yang positif.

E.     FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Fungsi Media Pembelajaran, Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan menurut, McKnow ( Sihkabuden, 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu: Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis. Membangkitkan motivasi belajar Memperjelas penyajian pesan dan informasi. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu. Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu:
1.      fungsi atensi
Dalam fungsi atensi, media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran.

2.      fungsi afektif
Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

3.      fungsi kognitif,
Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut.

4.      fungsi kompensatoris.
Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal).
Rowntree (Sihkabuden, 2005: 19) mengemukakan enam fungsi media, yaitu:   
1.      Membangkitkan motivasi belajar
2.      Mengulang apa yang telah dipelajari
3.      Menyediakan stimulus belajar
4.      Mengaktifkan respon murid
5.      Memberikan umpan balik dengan segera
6.      Menggalakkan latihan yang serasi
Dalam Sadiman ( 2005:17) secara umum media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berkut: Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar brlakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
Ø  Memberikan perangasangan yang sama
Ø  Mempersamakan pengalaman
Ø  Menimbulkan persepsi yang sama
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut: Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. Dengan memanfaatkan keempat fungsi di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan fungsi dari media dan mendapatkan efektivitas pemanfaatan media pada proses pembelajaran.
Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran, dapat di tekankan bebrapa hal berikut:
1.      Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan ungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajran yang lebih efektif.
2.      Msdia pmbelajaran merupaan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran.
3.      Media pembelajaran dalam kegunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin di capai dan isi pembelajran itu sendiri.
4.      Media pembelajran bukan berfungsi sebagai alat hiburan, dengan demikian tidak diperkenankan dalam penggunaannya hanya sekedar utnuk mainan.
5.      Media pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar.
Selain fungsi-fungsi sebagaimana telah di uraikan di atas, media pembelajaran ini juga memiliki nilai dan manfaat sebagai berikut :
1.      Membuat kongkrit konsep-konsep yang abstrak
2.      Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar di dapat ke dalam lingkungan belajar
3.      Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil.
4.      Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat


A.    PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, kterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajar dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasiliator, yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning process). Sebab sesuatu berhasil belajar kalau memenuhi ciri berikut :

1.      Belajar sifatnya didasari
Dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar, timbul dari dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki pengetahuan.

2.      Hasil belajar diperoleh dengan adanya proses
Dalam hal ini pengetahuan diperoleh tidak dengan secara spontanitas, instan, namun bertahap

3.      Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi.
Dalam hal ini terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan guru.
 


                                                                                                            

Bagan di atas menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran itu terddapat pesan-pesan yang harus dikomunkasikan. Pesan-pesan tersebut biasanya berupa isi dari topic pembelajaran. Pesan-pesan tersebut disampaikan oleh guru kepada siswa melalui suatu media dengan menggunakan proseur pembelajaran tertentu yang disebut metode.
B.     KEDUDUKAN MEDIA DALAM MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN

Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen atau bagian yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pembelajran dikatakan sebagai system karena di dalamnya mengandung komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan. Komponen-komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.


C.    PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Dan media adalah sebagai berikut :
F Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (schram, 1982).

F National Eduction Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk eknologi perangkat kerasnya.

F Briggs berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.
Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada.
Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.
Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar.
Menurut McLuhan (dalam Sihkabuden, 1985:2) media merupakan suatu sarana atau channel sebagai perantara antara pemberi pesan kepada penerima pesan.
Blacks dan Horalsen (dalam Sihkabuden, 1999:1) juga mempunyai pendapat tentang media. Menurut mereka, media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunitor ke komunikan.
Dengan berpedoman pada pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu alat atau sarana atau perangkat. Dalam hal ini bisa berupa SOFTWARE ATAU HARDWARE. Perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung. Definisi pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan pebelajar. mssembelajarkan berarti usaha untuk membuat seseorang belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar dengan guru, pembelajar atau pengajar. Proses ini merupakan bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini adalah antara pebelajar dan pembelajar). Dari kedua definisi tersebut maka dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pebelajar yang menjurus kearah terjadinya proses belajar.
D.    MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain
Proses pembelajaran merupakan penyampaian informasi dari sumber informasi melalui media tertentu kepada penerima informasi. Tidak dipungkiri bahwa dalam proses pembelajaran ditemukan berbagai kegagalan. Salah satu faktor kegagalan dalam pembelajaran adalah adanya berbagai jenis hambatan dalam proses komunikasi antara peserta didik dan pendidik.
Berbagai hambatan ini terdapat dua hambatan yaitu :
1.      Hambatan Fisiologis
Yaitu berkaitan dengan keadaan fisik dari peserta didik.
2.      Hambatan Psikologis
Yaitu berkaitan dengan mental, daya pikir, dan juga karakteristik peserta didik dalam belajar. Kultural berkaitan dengan norma yang berlaku di daerah lembaga pendidikan tersebut.

Dalam proses pembelajaran pendidik yang sedang mengajar berfungsi sebagai sumber pesan, sedangkan peserta didik menjadi penerima pesan. Dalam hal ini materi pelajaran merupakan pesan yang disampaikan. Dalam proses penyampaian pesan, pendidik harus berupaya agar pesan yang akan disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik. Materi pelajaran serta kompetensi-kompetensi yang terdapat dalam kurikulum diubah sedemikian rupa sehingga mudah diserap oleh peserta didik secara baik. Dalam upaya untuk merubah dan membuat materi pelajaran tersebut dapat dimengerti oleh peserta didik, pendidik memerlukan sebuah media bantu yang dalam dunia pendidikan disebut media pembelajaran. Dalam pembelajaran,media berfungsi sebagai sebuah perantara yang dapat digunakan untuk membantu pendidik dalam menjelaskan serta menyampaikan pesan (dalam hal ini materi pelajaran), bila media yang digunakan sebagai alat bantu tersebut dirancang dan digunakan dengan baik. Semakin baik media tersebut dirancang serta digunakan, semakin baik pula media tersebut dalam menjalankan fungsinya sebagai penyalur pesan.

Scara umum media mempunyai kegunaan :

1.      Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.      Mengetasi kebatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.
3.      Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumer belajar.
4.      Memungkinkan anak belajar mandiri.
5.      Memberikan rangsangan yang sama.
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton, 1985 ;
1.      Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2.      Pembelajarn dapat lebih menarik.
3.      Pembelajaran lebih jadi interaktif dengan menerapkan teori belajar
4.      Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5.      Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6.      Peran guru berubah kea rah yang positif.

E.     FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Fungsi Media Pembelajaran, Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran merupakan bagian yang sangat menentukan efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan menurut, McKnow ( Sihkabuden, 2005:19 ) media terdiri dari fungsi yaitu: Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis. Membangkitkan motivasi belajar Memperjelas penyajian pesan dan informasi. Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu. Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu:
1.      fungsi atensi
Dalam fungsi atensi, media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran.

2.      fungsi afektif
Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

3.      fungsi kognitif,
Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut.

4.      fungsi kompensatoris.
Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal).
Rowntree (Sihkabuden, 2005: 19) mengemukakan enam fungsi media, yaitu:   
1.      Membangkitkan motivasi belajar
2.      Mengulang apa yang telah dipelajari
3.      Menyediakan stimulus belajar
4.      Mengaktifkan respon murid
5.      Memberikan umpan balik dengan segera
6.      Menggalakkan latihan yang serasi
Dalam Sadiman ( 2005:17) secara umum media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berkut: Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semua itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar brlakang lingkungan guru dengan siswa berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
Ø  Memberikan perangasangan yang sama
Ø  Mempersamakan pengalaman
Ø  Menimbulkan persepsi yang sama
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan fungsi media dalam pembelajaran secara rinci adalah sebagai berikut: Memperjelas penyajian materi (pesan) dalam bentuk visualisasi yang jelas sehingga pesan tidak terlalu bersifat verbalistis. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Menjadikan pengalaman manusia dari abstrak menjadi kongkret Memberikan stimulus dan rangsangan kepada siswa untuk belajar secara aktif Dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. Dengan memanfaatkan keempat fungsi di atas diharapkan kita dapat mengoptimalkan fungsi dari media dan mendapatkan efektivitas pemanfaatan media pada proses pembelajaran.
Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran, dapat di tekankan bebrapa hal berikut:
1.      Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan ungsi tambahan, tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajran yang lebih efektif.
2.      Msdia pmbelajaran merupaan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran.
3.      Media pembelajaran dalam kegunaannya harus relevan dengan kompetensi yang ingin di capai dan isi pembelajran itu sendiri.
4.      Media pembelajran bukan berfungsi sebagai alat hiburan, dengan demikian tidak diperkenankan dalam penggunaannya hanya sekedar utnuk mainan.
5.      Media pembelajaran bisa berfungsi untuk mempercepat proses belajar.
Selain fungsi-fungsi sebagaimana telah di uraikan di atas, media pembelajaran ini juga memiliki nilai dan manfaat sebagai berikut :
1.      Membuat kongkrit konsep-konsep yang abstrak
2.      Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar di dapat ke dalam lingkungan belajar
3.      Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil.
4.      Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

"Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah belajar bijaksana bagi sesama"